Jumat, 28 Juni 2019

TASAWUF BUKAN BID'AH

ARKANUDDIN :

Berdasarkan dialog antara jibril AS dengan Nabi Muhammad SAW dapat disimpulkan bahwa RUKUN AGAMA ISLAM itu ada 3 (tiga) macam yaitu; 1. al Islam, 2. al Iman, 3. al Ihsan. Dari tiga macam arkanuddin tersebut muncullah 4 (empat) macam bidang ilmu yaitu;

1. Al-Islam menjadi ilmu "SYARI'AT" lebih spisifik disebut ilmu fiqih, yaitu ilmu yang mempelajari tentang perilaku jasmani, baik yang menyangkut dengan cara berhubungan dengan Allah maupun yang menyangkut dengan hubungan sesama makhluk Allah, sasaran dari ilmu syari'at ini ialah agar kita tau mana yang sah, batal, halal, haram, dosa, pahala.

2. Al-Iman menjadi ilmu AQIDAH atau disebut juga ILMU HAKIKAT yaitu ilmu yang mempelajari tentang keyakinan, yang dibina dalam ilmu ini adalah hati agar berkeyakinan dengan tauhid, terlepas dari syirik, kafir atau munafiq.

3. al-Ihsan menjadi ilmu TASAWUF yang dibina dengan ilmu ini adalah rasa. Sasaran dari ilmu tasawuf ini adalah agar mencapai ikhlas yang sempurna. Ilmu tasawuf ini terbagi kepada dua macam yaitu; pertama, tasawuf amaly yang kemudian disebut ILMU THOREQAT yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara beramal (dzikir) agar hati menjadi bersih dari sifat-sifat mazmumah (tercela) seperti iri, dengki, hasad, hubbul mal, hubbul jah, dsb Nabi SAW bersabda "Segala sesuatu ada alat pembersihnya, alat pembersih hati itu adalah dzikir kepada Allah". kedua ilmu MA'RIFAT yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara memahami diri sebagai media untuk mengenal Allah sebagaimana hadis Nabi SAW "Siapa yang mengenal dirinya maka kenallah dia akan tuhannya" Firman Allah yang artinya "Hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan"

Dengan demikian maka pembagian ilmu dalam Islam terdiri dari 1. Ilmu SYARI'AT, 2. Ilmu THOREQAT, 3. Ilmu HAKIKAT, 4. Ilmu MA'RIFAT.

Jadi ilmu tasawuf itu mempunyai landasan hukum yang kuat yaitu berdasarkan Al-quran dan Sunnah Nabi SAW. karena itu Buya Hamka berkata "Amaliah thareqat dan tasawuf itu digugu dan ditiru dari prilaku junjungan kita Nabi Muhammad SAW disauk airnya dari telaga aslinya yaitu al-quran dan Sunnah Nabi SAW".


Reposted from @warung_tqnsuryalaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar