Kamis, 27 Juni 2019

NIKMATNYA TALQIN DZIKIR PERDANA DARI PANGERSA ABAH ANOM QS

Alfaqir pertama kali datang ke Ponpes Suryalaya & menerima talqin dzikir pd hari Jum’at 9 Agustus 1996. Pangersa Abah Anom qs sendiri yg memberikan talqin dzikir ketika itu. Maka Alfaqir bersama beberapa tamu yg datang menerima pembelajaran dzikir jahri & dzikir khafi.

Ketika Pangersa Abah sedang menyampaikan talqin dzikir khafi. Sambil mengulang-ulang Lafzhul Jalalah, beliau memberi nasehat kpd kami.
.

Di antara nasehat Pangersa Abah kpd kami, “Jangan durhaka kpd orang tua.. Jauhi narkoba & minum-minuman keras..!”
.

Mendengar nasehat tsb terjadi reaksi di dlm diri Alfaqir. Krn selama ini Alfaqir merasa lurus-lurus saja tdk pernah ada konflik dgn orang tua. Serta tidak pernah terbawa pergaulan remaja yg suka mabuk-mabukan. Sehingga pikiran Alfaqir malah membuat konter terhadap nasehat yg disampaikan oleh Pangersa Abah.
Padahal ketika itu qalbu Alfaqir sedang mengikuti dzikir khafi yg sedang ditalqinkan Pangersa Abah. Tapi pd saat yg sama di dlm diri Alfaqir malah muncul lintasan pikiran: “Abah, saya mah gak gitu-gitu amat, Bah…” Tiba-tiba secara spontan Pangersa Abah berkata, “Jangan disangkal.. Banyak orang masih muda.. Tidak mengakui dosa.. Akhirnya keburu mati gak sempat taubat..” Subhanallah! Alfaqir sangat terkejut mendengar ucapan Pangersa Abah. Ternyata Pangersa Abah langsung merespon lintasan pikiran Alfaqir. Maka Alfaqir merasa malu yg sangat luar biasa kpd beliau. Tangisan Alfaqir langsung pecah tidak tertahankan.
Tapi setelah itu Alfaqir merasakan sebuah perbedaan yg luar biasa. Prosesi talqin dzikir selanjutnya terasa begitu nikmat luar biasa. Karena sudah disertai niat bertaubat kpd Allah swt. Alhamdulillaah.. Wallaahu a’lam.. 
.
.

Reposted from @warung_tqnsuryalaya
@menembuslangit_suryalaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar