Kamis, 27 Juni 2019

TEGURAN PANGERSA ABAH ANOM QS SANGAT DITAKUTI OLEH BANGSA JIN


Pada tahun 2008 Haji Usman & Hajjah Lina bersilaturahim kpd Pangersa Abah Anom qs bersama beberapa orang keluarga lainnya. Di antaranya adalah adiknya yg bernama Hamzah serta adik iparnya yg bernama Aning.

Aning ini sejak kecil diikuti oleh tiga makhluk ghaib dari bangsa Jin. Kadang kala Jin tsb masuk ke dlm badannya sehingga Aning kemudian bertingkah laku aneh. Setelah Aning menikah dgn Hamzah, keanehan dirinya masih sering terjadi. Sehingga akhirnya Hamzah & seluruh keluarga sdh terbiasa dgn keadaan Aning. Krn sdh diusahakan kesembuhannya melalui beberapa ahli hikmah & praktisi suptanatural. Tapi mereka semua ternyata tak ada yg bisa mengusir ketiga Jin tsb.

Ketika mushafahah, Haji Usman memperkenalkan keluarganya yg datang dari Pulau Bangka & Jawa Timur. Sedangkan Pangersa Abah hanya diam saja sambil tersenyum selama mushafahah. Tapi ketika Aning mendekat utk mushafahah, tiba-tiba Pangersa Abah berkata: “Saha eta (Siapa itu)..?!!”

“Ini Aning, Bah..” Hajjah Lina spontan memperkenalkan Aning utk menjawab pertanyaan Pangersa Abah. Namun Pangersa Abah terdiam kembali sambil tersenyum saja seperti sebelumnya.

Setelah mushafahah tidak ada kejadian istimewa lainnya selama rombongan Haji Usman berada di Ponpes Suryalaya. Singkat cerita mereka kemudian kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Tapi beberapa waktu kemudian Hamzah bercerita kpd Haji Usman. Bahwa Aning tidak pernah bertingkah laku aneh lagi setelah pulang dari Ponpes Suryalaya. Sepertinya ketiga Jin yg mengikutinya sejak kecil sudah pergi dari badannya.

Mendengar cerita tsb Haji Usman kini jadi mengerti. Ternyata pertanyaan Pangersa Abah ketika mushafahah itu bukan ditujukan kpd diri Aning pribadi. Tapi kpd tiga sosok Jin yg mengikuti Aning sejak kecil. Seolah ketika itu Pangersa Abah berkata: “Siapa itu?!! Jangan ganggu muridku..!!!” Sehingga tiga sosok Jin itu langsung pergi ketakutan meninggalkan diri Aning utk selamanya. Alhamdulillaah.. Wallaahu a’lam..


Sumber: Ust. Andika Darmawan, Ikhwan DKI Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar