Selasa, 28 Mei 2019

DAHSYATNYA KEKUATAN DZIKIR MURID PANGERSA ABAH ANOM QS


Ada sesepuh ikhwan TQN Suryalaya yg berdomisili di Karawang bernama Aki Muhtar bin Asnawi. Suatu ketika ia berziarah ke makam Pangersa Abah Sepuh di Puncak Suryalaya. Di sana Aki Muhtar melaksanakan dzikir tahlil TQN Suryalaya dgn khusyu’nya. Suara dzikirnya mantap seperti derap langkah tentara yg konstan bahkan semakin klimaks.

Para peziarah lain menyaksikan Aki Muhtar begitu asyiknya menikmati dzikir. Maka para peziarah lainnya langsung berma’mum mengikuti dzikir tahlil Aki Muhtar. Sedangkan Aki Muhtar yg sedang “tenggelam” dlm dzikir sama sekali tdk tahu jika diikuti oleh orang banyak. Bahkan Aki Muhtar semakin terhanyut dlm kenikmatan spiritual yg luar biasa.

Kekuatan dzikir Aki Muhtar ternyata bagaikan gravitasi spiritual yg sangat dahsyat bagi para peziarah lain. Jiwa mereka seperti tersedot & terbawa oleh kondisi spiritual yg sedang dialami oleh Aki Muhtar. Sehingga jasad mereka seperti tidak cukup untuk menampung ruh mereka. Bahkan ruh mereka terus terbawa melambung hingga ke luar dari jasadnya. Akibatnya banyak di antara mereka kemudian bergelimpangan tidak sadarkan diri. 

Pangersa Abah Anom qs di Madrasah Suryalaya ternyata mengetahui peristiwa yg sedang terjadi di Puncak Suryalaya. Pangersa Abah lalu menugaskan Aki Anta utk menghentikan dzikir Aki Muhtar serta menjemput dirinya. Maka Aki Anta segera naik ke Puncak Suryalaya melaksanakan tugas dari Pangersa Abah. Aki Anta kemudian menyaksikan Aki Muhtar sedang asyik berdzikir di antara banyak orang yg tergeletak tdk sadarkan diri.

Di telinga Aki Muhtar kemudian Aki Anta mengucapkan: “Sayyidunaa muhammadur rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam!”

Secara spontan Aki Muhtar langsung mengucapkan: “Sayyidunaa muhammadur rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam..” Sehingga dzikir tahlilnya menjadi terhenti. Aki Muhtar lalu membuka matanya. Tapi ia langsung merasa heran  krn di sekitarnya banyak orang yg tdk sadarkan diri.

“Apa yg terjadi dgn mereka semua?” Tanya Aki Muhtar.

“Makanya simkuring ditugaskan oleh Pangersa Abah untuk menjemput anjeun ke Madrasah..” Jawab Aki Anta.

Mendengar hal itu Aki Muhtar segera mengikuti Aki Anta turun menuju ke Madrasah Suryalaya. Ketika Aki Muhtar sdh tiba di hadapan beliau, Pangersa Abah langsung berkata: “Kejar ruh mereka, mumpung belum ke langit..!”

Aki Muhtar segera naik kembali ke Puncak Suryalaya utk melaksanakan tugas dari Pangersa Abah. Ia langsung berdzikir serta bermunajat kpd Allah swt agar mengembalikan ruh para peziarah yg tdk sadarkan diri. Tidak berapa lama kemudian mereka satu persatu terbangun sadar kembali.

“Yahhh lagi enak-enaknya kenapa malah dihentikan?!!” Kata sebagian besar peziarah yg malah kecewa krn terputus dari pengalaman spiritualnya. Mereka sendiri tdk menyadari jika kondisi spiritual yg mereka alami berpotensi menimbulkan fitnah. Karena bisa menyebabkan ruh mereka seterusnya meninggalkan jasadnya. Subhaanallaah.. Wallaahu a’lam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar