Selasa, 28 Mei 2019

PENGALAMAN AJENGAN MOMON BERDZIKIR BERSAMA PANGERSA ABAH ANOM QS

Telah diceritakan pd kisah sebelumnya, tentang Ajengan Momon masuk ke dlm peti khalwat Abah Faqih. Ketika itu rentang waktu antara ba’da Isya’ & Shubuh menjadi sangat singkat bagi Ajengan Momon.

Setelah keluar dari peti tsb Ajengan Momon melakukan shalat Shubuh hanya berdua saja dgn Pangersa Abah Anom qs. Dilanjutkan dgn melakukan dzikir jahri kalimat Laa ilaaha illallaah juga hanya berdua saja. Tapi Ajengan Momon justru mendengarkan suara jama’ah yg sangat banyak. Seperti ada ribuan orang yg melakukan dzikir jahri bersama mereka.

Ajengan Momon sampai merasa heran, krn tadi ketika shalat tidak ada siapa-siapa. Kenapa sekarang ketika berdzikir jadi terdengar seperti ada ribuan orang. Maka Ajengan Momon segera membuka matanya. Ternyata memang tdk ada seorang pun juga. Ajengan Momon kemudian memejamkan matanya kembali. Melanjutkan berdzikir jahri bersama Pangersa Abah & ribuan suara tanpa wujud.

Dzikir jahri tsb dilakukan sampai waktu Isyraq. Selesai berdzikir Pangersa Abah bertanya kpd Ajengan Momon: “Bagaimana euy, mengerti?”

“Tidak mengerti, Bah,” Jawab Ajengan Momon apa adanya.

“Syukur kalau tidak mengerti mah,” Kata Pangersa Abah sambil tersenyum.

Demikianlah nikmatnya berdzikir bersama Wali Mursyid kamil mukammil. Ada kalanya murid-murid thariqah mengalami berbagai sensasi spiritual ketika sedang berdzikir. Tapi itu semua bukan tujuan yg harus dicapai ketika berdzikir. Karena tujuan berdzikir hanyalah agar selalu merasakan kehadiran & kebersamaan dgn Allah swt. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar